Saturday, December 27, 2014

Tak Perlu Menjelma Mawar (Fiksi)



 Tak Perlu Menjelma Mawar

Judul buku    : Tak Perlu Menjelma Mawar
Penulis            : Sri Elmala Sari, dkk.
Penerbit          : Mafaza Media
Tahun terbit    :2014
Tempat terbit : Jombang
Tebal              : 138 hlm.
Ringkasan cerita       :
Buku antologi ini berisikan kumpulan puisi dan kumpulan sketsa. Puisi-puisi dan sketsa-sketsa yang terdapat dalam buku ini menceritakan bahwa untuk menunjukkan cinta ataupun perasaan kepada orang yang kita cintai, tak harus dilakukan dengan memberikan sekuntum mawar. Hal sekecil apapun tentu dapat mengimplikasikan cinta kita jika dilakukan dengan tulus.
Pesan moral   :
Sesuai dengan temanya, pesan moral dalam antologi ini adalah bahwa cinta tak harus ditunjukkan dengan setangkai mawar.
Komentar       :
Layout dibuat menarik dengan selingan sketsa-sketsa yang ada, sehingga para pembaca tidak merasa bosan.
 







Link terkait: www.indivamediakreasi.com

Ini Rahasia (Fiksi)




Ini Rahasia

Judul buku      : Ini Rahasia
Penulis            : Netty Virgiantini
Penerbit          : GagasMedia
Tahun terbit  : 2010
Tempat terbit : Jakarta
Tebal              : 184 hlm.
Ringkasan cerita       :
Tari, seorang cewek tomboy yang hobi bola. Sebagai seorang cewek, ia tak bisa menyalurkan hobinya untuk bermain bola. Hingga akhirnya ia merelakan dirinya untuk menjadi manager tim sepakbola di kelasnya. Pekerjaan yang sangat dihindari karena bisa terancam dikeluarkan dari sekolah jika pihak sekolah mengetahuinya. Karena mereka bertanding untuk taruhan.
Ia mempunyai teman dekat bernama Rendi yang diam-diam menyukainya. Tapi tak ia ketahui karena dia justru menyimpan perasaan kepada Rudi kapten bola kelas XII yang juga anggota OSIS.
Suatu hari Rudi menantang tim bola Tari untuk bertanding. Mungkin itu salah satu cara untuk mengetahui kebenaran sepak bola taruhan itu. Ia ditugaskan sekolah untuk menyelidikinya. Namun lambat laun Rudi menyimpan perasaan yang sama.
Tak lama kemudian mereka jadian. Hal ini membuat posisi Tari menjadi terjepit. Karena itu artinya ia harus pandai-pandai mengatur jadwal pertandingan supaya tidak ketahuan pacarnya yang juga anggota OSIS itu.
Hari demi hari berlalu, rupanya pertandingan taruhan itu tercium pihak sekolah. Tari pun harus diskors sebagai akibatnya. Ia merasa bersalah pada teman-temannya. Ia pun marah kepada Rudi karena ia menganggap bahwa Rudi lah yang melaporkannya pada pihak sekolah.
Tapi betapa terkejutnya ia bahwa ternyata yang melaporkannya adalah Rendi sahabatnya. Hal itu dilakukan karena ia cemburu kepada Rudi.
Pesan moral   :
Dari cerita yang ada, kita bisa mengambil hikmah bahwa tak sebaiknya anak sekolah terbiasa taruhan. Apapun alasannya. Karena itu bisa menjatuhkan nama baik berbagai pihak.
Komentar       :
Novel dengan genre romance remaja ini menarik. Dengan topik utama tentang sepak bola, novel ini terasa begitu segar. Karena tidak melulu tentang cinta-cintaan.

 









Link terkait: www.indivamediakreasi.com

Thursday, December 25, 2014

A Child Called ‘IT’ (Fiksi)



A Child Called ‘IT’

Judul buku    : A Child Called ‘IT’

Penulis            : Dave Pelzer
Penerbit          : Gramedia
Tahun terbit  : 2004
Tempat terbit : Jakarta
Tebal              : 184 hlm.
Ringkasan cerita       :
Sebuah buku yang menceritakan perjuangan hidup seorang anak kecil. Bahkan untuk urusan makan saja ia harus berjuang sendiri. Anak ini sering disiksa oleh Ibunya. Diperintah untuk mnegerjakan segala pekerjaan rumah dalam batas waktu tertentu. Dan akan diberikan hukuman jika tak mengerjakannya dengan baik. Tak ada seorang pun yang mampu menentang kemauan ibunya. Bahkan ayahnya yang dia harap sebagai pelindungnya, ternyata juga tak mampu berbuat apa-apa. Ia dibiarkan ke sekolah dengan pakaian yang kumal, dan akan berkata kepada pihak sekolah bahwa ia anak yang nakal dan bermasalah ketika mereka menanyakannya.
Hal ini membuat kecurigaaan pihak sekolah. Dan akhirnya karena suatu desakan, David pun mengaku apa yang sebenarnya terjadi. Lalu pihak sekolah bekerja sama dengan kepolisian untuk melindungi anak tersebut. Dan akhirnya David pun bebas dari siksaan ibunya.
Pesan moral   :
Kisah yang diceritakan secara vulgar ini memberikan pelajaran bahwa tak sebaiknya seorang ibu menyiksa anaknya. Karena bagaimanapun juga, seorang anak memiliki hak untuk dilindungi.
Komentar       :
 Buku ini memberikan pelajaran berharga bagi siapapun yang membacanya. Akan membuka mata hati pembaca tentang hakikat seorang anak. Sangat menarik dan bias menjadi teladan yang baik untuk tidak melakukan siksaan serupa kepada sang anak.










Link terkait: www.indivamediakreasi.com

Sunday, December 21, 2014

Deana, Pada suatu Ketika (Fiksi)



Deana, Pada suatu Ketika


 
Judul buku    : Deana, Pada suatu Ketika
Penulis            : Titie Said
Penerbit          : Pustaka Populer
Tahun terbit  : 2004
Tempat terbit : Jakarta
Tebal              : 160 hlm.
Ringkasan cerita       :
Deana adalah sesosok wanita yang sempurna. Semasa muda, ia selalu aktif dalam kegiatan model.  Bahkan ia pernah menjadi putrid kampus di tempatnya kuliah. Ia pun mendewasa sebagai wanita yang cantik, cerdas dan intelek. Ia menjadi aktifis. Bahkan setelah menikah pun ia masih meraih kejuaraan seperti Istri Ayu, Wanita Berbusana Anggun, dan sederet prestasi lainnya.
Suatu ketika, ketia ia hendak menjalankan tugas, di tengah jalan ia mengalami kecelakaan. Dia kehabisan banyak darah dan harus mendapatkan transfuse darah. Dan tak pernah disangka, ternyata semua itu adalah awal petaka baginya. Ia terkontaminasi HIV/AIDS. Bagaimana mungkin, padahal selama ini dia selalu hidup “bersih”.
Deana pun mengalami masa down. Ia hamper putus harapan atas kejadian yang menimpanya. Namun berkat dukungan sang suami, ia pun bangkit menjadi wanita tegar. Ia bahkan menjadi pembicara pada beberapa kampanye penanggulangan HIV/AIDS.
Pesan moral: Dalam kehidupan, kita tak pernah tahu apa saja yang akan terjadi pada kita di waktu mendatang. Jadi, kewaspadaan selalu diperlukan. Selain itu, jangan sampai terpuruk berkepanjangan dalam menghadapi suatu masalah. Kita harus bangkit untuk menyelesaikannya.
Komentar: Buku ini sangat mengisnpirasi. Terutama bagi mereka para ODHA. Supaya selalu berpikir positif. Jangan pernah menyerah, dan satu lagi jangan pernah berpikiran untuk menularkannya pada orang lain.
 

Link terkait: www.indivamediakreasi.com