Showing posts with label Cahaya Bulan. Show all posts
Showing posts with label Cahaya Bulan. Show all posts

Monday, January 23, 2012

Puisi (Cahaya Bulan)


Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah  lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu

Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku

Kabut tipis pun turun pelan pelan di lembah kasih, lembah mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika ku dekap kau dekap lah lebih mesra lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata, ku dengar degap jantungmu

Kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta

Haripun menjadi malam, kulihat semua menjadi muram
Wajah wajah yang tak kita kenal berbicara dengan bahasa yang kita tidak mengerti , seperti kabut pagi itu