Showing posts with label Penerbit. Show all posts
Showing posts with label Penerbit. Show all posts

Monday, February 16, 2015

Surat Untuk Stiletto Book



Wonogiri, 15 Februari 2015

Untuk: Stiletto Book

Dear, Stiletto book.
Salam hangat dan salam kenal dariku ya? Surat ini adalah surat perkenalan dariku karena aku belum banyak mengetahui tentang Stiletto Book. Sebelumnya, bolehlah aku memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku Itsnaini Baroroh Marfu’ah, biasa disapa Itsna atau Roroh. Aku seorang gadis kelahiran Wonogiri pada tanggal dan bulan tujuh tahun 1990.

Sejak kecil, aku suka membaca. Terutama dongeng anak. Sampai saat ini pun aku masih suka membaca baik fiksi ataupun non fiksi. Bagiku, membaca buku-buku nonfiksi bisa menambah pengetahuan, sementara membaca buku-buku fiksi bisa menghibur.

Dari kecintaanku terhadap buku, akhirnya terbersit suatu keinginan bahwa aku tak ingin hanya jadi pembaca saja. Suatu saat nanti, aku juga ingin menciptakan suatu karya yang juga bisa dibaca banyak orang. Untuk itu, aku mulai aktif mengikuti berbagai event kepenulisan untuk mengasah kemampuanku menulis.

Aku selalu mencari-cari event-event menulis melalui internet ataupun media massa. Hingga akhirnya aku menemukan event ini dan aku pun tertarik untuk mengikutinya. Sekali lagi untuk mengasah kemampuanku menulis.
                                      

Dari event ini juga aku mulai membaca sekelumit tentang Stiletto Book yang aku dapatkan dari website www.StilettoBook.com yang akhirnya aku ketahui sebagai sebuah penerbit perempuan yang mendedikasikan dirinya untuk menerbitkan buku-buku tentang perempuan. Dari beberapa buku yang telah diterbitkan di Stiletto Book, ada tiga buah buku yang menarik perhatian aku.

Monday, July 7, 2014

Kembang Turi (Fiksi)



Kembang Turi

Judul buku      : Kembang Turi
Penulis             : Budhi Sardjono
Penerbit           : Diva Press
Tahun terbit     : 2011
Tempat terbit   : Yogyakarta
Tebal               : 308 hlm.
Ringkasan cerita          :
Novel yang berlatar daerah Gunung Kidul ini menceritakan tentang dua anak kecil yang harus berjuang bertahan hidup sendiri karena kedua orang tuanya telah meninggal. Sang Ayah yang menjadi seorang kacung lurah yang keji, dibunuh oleh orang suruhan lurah tersebut karena takut kekejiannya akan dibeberkan. Sang Ibu yang tengah sakit-sakitan kaget dengan berita tersebut akhirnya menyusul sang Ayah kembali pada Yang Maha Kuasa. Sebelum Ibunya meninggal, beliau berpesan kepada Marni, anak perempuan sekaligus sang Kakak, supaya menjaga Dirman adiknya. Beliau juga berkata bahwa mereka harus meninggalkan kampung tersebut karena rumah mereka telah disita.